RISET :
> upaya mencari kembali
- (kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictinary od Current English (1977) melakukan penyelidikan dalam aturan untuk menemukan fakta-fakta baru dan memperoleh tambahan informasi
(kamus Webster’s New World Dictionary) : penyelidikan secara hati-hati, sistematis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip suatu penyedilikan yang cermat guna menetapkan suatu keputusan tepat.
SYARAT ILMIAH MENURUT HENRY L. MANNAHEIM (1977):
1. ACCURATE : kepastian, ketepatan, dan kepedulian.
2. SYSTEMATIC : tahapan-tahapan penelitian yang saling berurutan dan berhubungan satu sama lain.
3. ANALYSIS : Identifikasi permasalahan untuk dianalisis
4. DETERMINATE : Ketetapan yang jelas: setiap kegiatan penelitian ilmiah adalah utuk menentukan batasan-batasan pengertian dengan ketentuan yang jelas dan spesifik.
5. DATA : bahan-bahan informasi atau materi penelitian yang berkaitan dengan fenomena2 tertentu yang ingin dipelajari dan melakukan observasi dari fenomena tersbut.
KRITERIA RISET ILMIAH:
1. FAKTA
2. BEBAS PRASANGKA (LOGIS DAN OBYEKTIF, TIDAK SUBYEKTIF).
3. ANALISIS
4. HIPOTESIS
5. TEKNIK KUANTITATIF
METODE RISET:
1.SURVEY: riset yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala –gejala atas
permasalahan yang timbul. Kajiannya tidak perlu mendalam, dan fakta-fakat yang ada
digunakan untuk pemecahan masalah daripada digunakan untuk pengujian hipotesis.
Terdapat 4 unsur pokok kegiatan survey, melalui:
a.The sample: sampling dan sensus
b.The quesionnair
c.The interview
d.The analysis of result
Terdapat 2 jenis survey:
a.Descriptive Surveys
Untuk melihat suatu gambaran atau potret situasi atau kondisi tertentu masa kini.
Contoh: public opinion polls (jajak pendapat)
b.Explanatory Surveys (survey penjelasan)
Menjelaskan kasus2 yang terjadi di masyarakat pada kondisi dan situasi tertentu di
masa kini, dan bentuk pertanyaannya adalah mengapa (why)
2. COMMUNICATION AUDITS
Permasalahan2 komunikasi:
a. Kemacetan arus informasi (bottlenecked information flows).
b. Tidak adanya keseimbangan beban kerja di bidang komunikasi (Uneven communication
workloads).
c. Para karyawan seakan-akan bermaksud saling berlawanan dalam menghadapi suatu
pekerjaan (Employee working at cross-purposes).
d. Organisasi tidak dapat memanfaatkan informasi tersembunyi, dan merugikan bagi lembaga bersangkutan
3. UNOBTRUSIVE MEASURES
(Pengukuran paling sederhana) adalah penemuan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan melalui analisis isi dan studi kelayakan. Memungkinkan untuk mempelajari permasalahan atau obyek penelitian tanpa melibatkan si peneliti atau tidak perlu ada proposal riset yang diajukan sebelumnya. Misal : data dari dokumentasi media massa, profile perusahaan dan produk barang/jasa, foto publikasi dan kliping berita, informasi perangkat peraturan perusahaan, keputusan hukum/undang-undang yangada, dsb.
MACAM-MACAM RISET:
1. EKSPLORATORIS: penelitian penjajagan, bersifat terbuka, masih mencari-cari. Pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan studi deskriptif. Warwick dan Lininger (1975: 47) umpamanya, contoh: “Apakah yang paling mencemaskan anda akhir-akhir ini? Menurut anda, bagaimanakah cara pengasuhan anak yang baik?”
Sederhana, tapi sebelum terkumpul sejumlah jawaban, belumlah jelas diketahui kira-kira bagaimana jawaban responden terhadap pertanyaan2 tersebut.
2. EKSPERIMEN
Untuk mengetahui hubungan sebab akibat variabel penelitian. Pelaksanaan memerlukan konsep dan variabel yang jelas sekali dan pengukuran yang cermat. Penelitian eksperimen mungkin dilakukan di laboratorium, di kelas, atau di lapangan. Penelitian eksperimen dapat dilakukan tanpa atau dengan kelompok pembanding (control group). Penelitian tanpa kelompok pembanding diragukan keabsahannya, karena beberapa variabel yang mengancam atau yang melemahkan validitas penelitian tidak dikontrol. Untuk menghindarkan masalah tersebut, berbagai penelitian eksperimen menggunakan kelompok pembanding.
3. GROUNDED RESEARCH
Titik berat grounded riset adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara bebas. Menurut Glaser dan Strauss (1967), grounded research merupakan reaksi tajam dan menyajikan jalan keluar dari “stagnasi teori” dalam ilmu-ilmu sosial, dengan penitikberatan pada sosiologi.
Grounded research menyajikan suatu pendekatan yang baru. Data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data, kategori dan konsep dikembangkan peneliti di lapangan. Data yang bertambah dimanfaatkan untuk verifikasi teori yang timbul di lapangan, yang terus menerus disempurnakan di lapangan. Pendekatan ini menggunakan observasi berpartisipasi (sebagaimana yang lazim ilakukan oleh sarjana antropologi) mengembangkan konsep-konsep di lapangan, dan peneliti terlibat secara penuh ddalam penelitiannya dari awal sampai akhir.
Seperti dalam buku Alfian, Segi-segi Sosial Budaya Masyarakat Aceh; Hasil-hasil Penelitian dengan Metode “Grounded Research”, digambarkan dengan baik mengapa dipilih grounded research untuk para peserta Pusat Latihan Ilmu-Ilmu Sosial di Banda Aceh.
4. Kombinasi Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Dalam upaya memperkaya data dan lebih memahami fenomena sosial yang diteliti, terdapat usaha untuk menambahkan informasi kualitatif pada data kuantitatif.
Dalam penelitian survey, umpamanya, data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan slip.
Atau penggunaan kuesioner, tetapi baik peneliti utama maupun para asisten tinggal di lapangan selama penelitian diadakan. Data dihimpun melalui kuesioner yang disiapkan sebelumnya dan kemudian diperbaiki di lapangan, ditambah dengan dengan wawancara bebas dan observasi.
5. Analisa Data Sekunder
- data hasil survei yang belum dianalisa dan analisa lanjutan dapat menghasilkan sesuatu yang berguna.
- Studi perbandingan dari studi-studi yang telah dilakukan.
Keuntungannya adalah peneliti tidak terlibat dalam mengusahakan dana untuk penelitian lapangan, merekrut dan melatih pewawancara, menentukan sampel dan mengumpulkan data di lapangan yang memakan energi dan waktu.
JENIS-JENIS PENELITIAN PUBLIC RELATIONS
1. PENELITIAN CITRA:
= untuk mengetahui bagaimana sebuah perusahaan sikenal baik reputasinya, dan apa yang publik pikirkan tentang roduk, pelayanan, harga, reklame, personalia, dan prakteknya.
= Memberikan informasi untuk mengevaluasi kebijaksanaan, memperbaiki kesalahpahaman, menentukan daya tarik pesan humas, dan meningkatkan citra perusahaan dalam pikiran publik
2. PENELITIAN MOTIVASI
= untuk mengetahui faktor-faktor emosional pokok yang mempengaruhi opini publik terhadap sebuah perusahaan atau industri.
= Penelitian ini memahami secara pasti mengapa publik memuji dan mencela sebuah perusahaan atau industri.
= Melalui wawancara secara mendalam dengan contoh populasi tepat, apa yang mendorong sikap publik terhadap suatu perusahaan.
= Untuk mengetahui motivasi yang mempengaruhi opini seseorang, adalah perlu untuk mengeksplorasikan faktor-faktor psikologis yang membentuk sikap orang tersebut terhadap sebuah perusahaan.
3. PENELITIAN KEEFEKTIFAN
= Digunakan untuk mengukur pengaruh yang kuat yang ditimbulkan oleh kegiatan humas sebuah perusahaanterhadap opini publik.
= Untuk mengukur tanggapan terhadap komunikasi perusahaan melalui publiknya.
= Untuk mengukur opini publik terhadap peristiwa tertentu, seperti pameran, perayaan ulang tahun, penutupan perusahaan, pemogokan, dan lainnya.
4. ANALISIS ISI
> Suatu prosedur penelitian, yang dikembangkan oleh Harold Laswell, dimana analisis yang obyektif, sistematik dan kuantitatif ditujukan terhadap isi satu atau lebih media massa
TINJAUAN PUSTAKA
= Konsep-konsep, teori-teori, dan generalisasi2 yang dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan.
= Diperlukan agar penelitian mempunyai dasar yang kuat dan kokoh.
= Peneliti melakukan penelaahan atau studi kepustakaan, karena lebih dari 50% seluruh proses kegiatan penelitian adalah membaca atau melakukan tinjauan pustaka.
= Gay (1976) berpendapat, kajian pustaka meliputi pengidentifikasian secara sistematis, penemuan, dan analisis dokumen2 yang memuat informasi yang relevan dengan masalah penelitian.
= Fungsi tinjauan pustaka:
(a) Menyediakan kerangka konsep/teori.
(b) Menyediakan informasi penelitian sebelumnya yang relevan.
(c) Memberikan rasa percaya diri pada diri peneliti.
(d) Memberi informasi tentang metode penelitian, populasi dan sampel, instrumen pengumpulan data, dan perhitungan statistik.
(e) Menyediakan temuan2 dan kesimpulan2 penelitian terdahulu.
HIPOTESIS
= Kerlinger (1973), hipotesis adalah pernyataan berdasarkan perkiraan mengenai hubungan antara dua atau lebih variabel.
= McGuigan (1978), hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji mengenai hubungan potensial antara dua atau lebih variabel.
= Cohen dan Nagel (1988), hipotesis harus menjawab persoalan yang menjadi awal mula penyelidikan.
= Jadi, hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang secara teoritis dinilai paling mungkin an tinggi tingkat kebenarannya.
= Secara implisit, hipotesis menyatakan prediksi, taraf ketepatan prediksi akan sangat bergantung pada taraf kebenaran dan taraf ketepatan landasan teoritis yang mendasarinya.
= Dasar teori yang kurang tepat akan melahirkan hipotesis yang prediksinya kurang tepat.
= Cara merumuskan hipotesis:
a. Hipotesis menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih
b. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat deklaratif atau pernyataan
c. Hipotesis dirumuskan secara jelas, padat, dan dapat diteliti.
d. Hipotesis hendaklah dapat diuji sehingga dimungkinkan pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut.
AUDIT HUMAS
• Pavlik (1987), audit humas dirancang untuk mengevaluasi kedudukan suatu organisasi dengan publiknya yang relevan. Yaitu publik internal dan eksternal.
• Moore (1989), audit humas adalah suatu studi yang tersusun secara longgar, berskala luas, yang menyelidiki hubungan masyarakat perusahaan, baik secara internal maupun eksternal.
1. Studi humas dilakukan secara longgar : dalam penelitian tidak harus mengacu pada satu pendekatan metode penelitian (bisa menggabungkan prinsip-prinsip metode penelitian, misalnya metode evaluasi dengan metode survei), tapi tetap menggunakan prinsip obyektifitas sebagai skala prioritas utama. Penelitian evaluasi menurut Ferencic (1991), adalah suatu metode dan teknik penelitian sistematis yang digunakan untuk pengambilan keputusan ataupun penilaian tentang suatu program kegiatan. Dan tujuannya adalah untuk mengetahui suatu kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan ataukah tidak. Terdapat 3 jenis yaitu evaluasi formatif, proses, dan sumatif - 2. Studi humas merupakan studi berskala luas, karena bertujuan untuk mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan oleh humas, baik kepada publik internal maupun eksternal.
• Menurut Simon (Wimmer dan Dominick, 1983), audit humas adalah penelitian khusus yang digunakan untuk menggambarkan, mengukur, dan menaksir kegiatan-kegiatan humas suatu perusahaan dan memberikan petunjuk untuk penyusunan program-program selanjutnya.
• Untuk mengukur kegiatan audit humas, menurut Lerbinger (Pavlik, 1987: 28), ada dua tipe dasar penelitian: - 1. Identifikasi khalayak, ada 4 langkah dasar:
a. mengidentifikasi semua publik yang relevan. Tujuannya, supaya diketahui secara persis profil perusahaan atau lembaga, sehingga akan tersegmen publik yang terpenting sampai yang tidak penting, jumlah sampel. Identifikasi khalayak sebaiknya dilakukan per kegiatan dan bisa melalui wawancara kepada pejabat humas atau orang yang ditunjuk.
b. Mengevaluasi kedudukan organisasi dengan setiap publik yang relevan. (persepsi, selera, dan kegiatan publik).
c. Mengidentifikasi isu-isu yang berkaitan dengan publik. Sebaiknya spesifik dan mengacu pada karakteristik publik.
d. Mengukur kekuatan setiap publik (sumber-sumbernya, keuangannya, humannya, dsb). - 2. Penelitian citra : penilaian baik atau buruk dari khalayak internal dan eksternal pada suatu perusahaan atau lembaga. Untuk itu, peneliti perlu mengetahui:
a. Kedekatan setiap publik dengan organisasi atau perusahaan
b. Perilaku setiap publik dengan organisasi
c. Untuk setiap publik yang bergadung dengan organisasi.
• Citra perusahaan (Jefkins, 1988) adalah karakter dari perusahaan itu sendiri dan cara perusahaan mengusahakan untuk mempengaruhi kesan orang terhadap perusahaan
• Tahap-tahap penelitian audit humas menurut Moore (1989) dan Jones (Pavlik, 1987), membaginya menjadi empat tahap:
1. Menyelidiki apa yang “kita” pikirkan
2. Menyelidiki apa yang “mereka” pikirkan
3. Mengevaluasi perbedaan antara dua sudut pandang
4. Menganjurkan atau merekomendasikan program komunikasi yang komprehensif dengan tujuan untuk mengakhiri kesenjangan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar